ASBAK Band Rilis “Sampai Kapan Kupendam”, Lagu Tentang Cinta yang Tak Pernah Terungkap

“Sampai Kapan Kupendam” hadir sebagai gambaran jujur tentang pergulatan hati seorang introvert yang menyimpan cinta begitu dalam, namun selalu kesulitan untuk mengungkapkannya. Bukan karena rasa itu biasa, melainkan karena perasaan tersebut terlalu besar hingga kata-kata terasa tak pernah cukup untuk mewakilinya. Lagu ini membawa pesan tentang keberanian yang tertahan, tentang hati yang terus berbicara meski bibir memilih diam.

Dengan hook yang kuat dan dekat dengan realita banyak orang, “Sampai Kapan Kupendam” terasa sangat relevan bagi mereka yang pernah atau sedang berada di posisi serupa. Salah satu penggalan liriknya berbunyi, “ingin mengungkapkan, tapi tak ada nyali tuk ungkapkan,” yang semakin mempertegas emosi dalam lagu ini.

Nuansa pop alternatif terasa kental dalam aransemen single tersebut. Dibangun dengan tempo medium beat, lagu ini mampu menghantarkan emosi secara mendalam namun tetap nyaman didengar. Jovan, salah satu pencipta lagu ini, mengungkapkan bahwa “Sampai Kapan Kupendam” ditulis untuk mereka yang terlalu lama menyimpan rasa, hingga akhirnya hanya bisa bertanya pada diri sendiri: kapan keberanian itu akan datang?

Melalui lirik yang sederhana namun penuh makna, lagu ini menjadi suara bagi mereka yang selama ini hanya mampu mencintai dalam diam, sambil terus memendam harapan yang tak pernah benar-benar padam.

“Sampai Kapan Kupendam” menjadi satu dari enam lagu yang terangkum dalam EP terbaru ASBAK Band yang berhasil mereka rampungkan pada tahun 2026. Seluruh lagu dalam EP tersebut dirilis secara bertahap sebagai bagian dari strategi mereka untuk menjangkau pendengar yang lebih luas. Dua lagu sebelumnya, “Izinkan Aku Menjagamu” dan “Tertunda Bukan Akhir”, telah lebih dulu dirilis pada April dan Mei tahun ini.

Pemilihan lagu-lagu tersebut bukan tanpa alasan. ASBAK Band menilai karya-karya tersebut mampu menggambarkan arah musikal mereka saat ini yang terasa lebih fresh namun tetap familiar bagi pendengar lama. “Lagu-lagu di EP ini jadi simbol kalau kami masih ada, masih konsisten, dan terus berkembang tanpa kehilangan jati diri,” ungkap Capoenk.

Sebagai bagian dari komitmen untuk terus mendapatkan respons positif dari para pendengar, ASBAK Band menghadirkan variasi nuansa musik di setiap rilisan mereka. Mereka percaya bahwa eksplorasi adalah kunci untuk tetap relevan tanpa harus meninggalkan karakter genre yang sudah menjadi identitas band tersebut. Konsistensi inilah yang membuat ASBAK Band tetap bertahan hingga sekarang.

Dengan kombinasi pengalaman, semangat baru, dan keberanian untuk bereksperimen, ASBAK Band optimistis dapat terus menghadirkan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga memiliki makna bagi penikmat musik Indonesia.

Setelah menghadapi berbagai dinamika internal sejak 2022, ASBAK Band akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan formasi terbaru yang diisi oleh Capoenk sebagai gitaris, Jovan sebagai vokalis, dan Gondray sebagai bassist. Ketiganya sepakat untuk menjaga semangat dan identitas ASBAK Band agar tetap eksis di industri musik Tanah Air.

“Buat kami, ASBAK bukan sekadar band, tapi perjalanan panjang yang sudah jadi bagian hidup. Jadi kami sepakat untuk terus jalan, apa pun tantangannya,” ujar Jovan.

Dengan semangat baru tersebut, ASBAK Band membawa energi segar tanpa melupakan akar musikalitas yang telah terbentuk sejak awal berdiri.

Dibentuk pada 13 Januari 2008, ASBAK Band terus bertahan di tengah berbagai pasang surut perjalanan karier mereka. Sejak awal, ASBAK dikenal sebagai band yang tidak pernah berhenti bereksplorasi dalam setiap karya yang dihasilkan. Di masa debutnya, single “Membuatmu Cinta Padaku” berhasil mencuri perhatian publik dan sempat menduduki posisi top chart tangga lagu, bahkan menjadi Nada Sambung Pribadi (NSP) favorit di masanya.

Pencapaian tersebut menjadi fondasi kuat yang membentuk karakter ASBAK Band sebagai grup yang mampu menghadirkan lagu-lagu yang mudah diterima dan dekat dengan pendengar.

Rekomendasi